Friday, September 9, 2011

Mahasiswa Berperan dalam Program PKBR

Mahasiswa Berperan dalam Program PKBR

Friday, April 1, 2011

ANALISIS GERAKAN LEMPAR LEMBING

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Cabang olahraga atletik adalah ibu dari sebagian besar cabang olahraga (mother of sport), di mana gerakan-gerakan yang ada dalam atletik seperti: jalan, lari, lompat dan lempar dimiliki oleh sebagian besar cabang olahraga, sehingga tak heran jika pemerintah mengkategorikan cabang olahraga atletik sebagai salah satu mata pelajaran pendidikan jasmani yang wajib diberikan kepada para siswa mulai dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah lanjutan menengah atas, sesuai dengan SK Mendikbud No. 0413/U/87.
Lempar lembing merupakan bagian dari nomor lempar yang terdapat dalam cabang olahraga atletik. Dalam lempar lembing terdapat lari awalan dan kebutuhan akan koordinasi gerak lempar yang lancar, yang dilakukan sambil berlari dalam kecepatan optimal.
Lempar lembing mempunyai kekhususan bila dibandingkan dengan lempar cakram dan tolak peluru, dimana lempar lembing tidak ditentukan oleh tinggi, berat badan dan kekuatan maksimum si atlet, tetapi membutuhkan power dan kekuatan khusus lempar di atlet sebagai hasil dari panjangnya lari awalan. Oleh karena itu secara teknis, lembing hanya dapat dilempar dengan baik bila dilakukan dengan irama, timing, serta koordinasi gerakan halus yang dimulai dari kaki, tungkai, torso, dan lengan.
Selanjutnya gerakan dalam lempar lembing dapat dianalisis dan dihubungkan dengan prinsip-prinsip dalam biomekanika.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat ditulis rumusan masalah, yaitu ”Bagaimanakah analisis untuk gerakan lempar lembing jika dihubungkan dengan prinsip-prinsip biomekanika?”
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam lempar lebing terdapat 3 cara untuk memegang lembing (Grip), yaitu:
1. Pegangan ibu jari dan jari telunjuk.
Dalam posisi ini ibu jari dan jari telunjuk berada di belakang tali balutan lembing, sedangkan jari-jari yang lain berada di dalam ikatan.
2. Pegangan ibu jari dan jari tengah.
Posisi ibu jari dan jari tengah berada di belakang tali balutan, sedangkan jari telunjuk memanjang badan lembing.
3. Pegangan ”V”
Dalam pegangan ini lembing dipegang diantara jari telunjuk dan jari tengah. Pegangan ini dapat mencegah terjadina cedera pada saat siku diluruskan berlebihan (Over extended).
Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.
Gambar lapangan lempar lembing:

Untuk melakukan gerakan melempar dalam lempar lembing dapat dilakukan dengan teknik gerakan lempar yang dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:
1. Lari Awalan (Approach)
Posisi awal, pelempar berdiri tegak menghadap ke arah lemparan dengan kedua kaki sejajar. Lembing dipegang pada ujung belakang balutan tali memungkinkan suatu transfer kekuatan di belakang titik pusat grafitasi, sedangkan jari-jari mengimbangi tahanan dengan baik. Lengan kanan atau yang digunakan untuk membawa lembing ditekuk dengan lembing dibawa setinggi kepala dengan mata lembing menunjuk sedikit ke atas.
2. Lari Awalan 5 Langkah
Yang dimaksud lari awalan di sini adalah sepanjang 5-8 langkah sesuai dengan kemampuan dalam lari sprint, seperti suatu lari percepatan dah harus dalam satu garis lurus. Lembing masih dibawa dalam posisi setinggi kepala dengan mata lembing tetap menunjuk sedikit ke atas. Punggung tangan menghadap ke arah luar (latera). Selama lari lengan yang membawa lembing bergerak hanya sedikit, sedangkan lengan yang lain bergerak sesuai dengan irama lari. Lima langkah mengikuti lari awalan yang siklis tanpa suatu gangguan/interupsi. Urutan langkah itu adalah kanan – kiri – kanan – kiri – lempar.
Articulation merupakan sumbu putaran ketika melakukan lompatan Dan gerak persendian ketika atlet tersebut berlari merupakan gerak berputar dimana pusat putaran tersebut ada pada
1. Articulacio humeri merupakansumbu putaran ketika mengayunkan tangan.
2. Articulation coxae merupakan sumbu putaran saat mengayunkan tungkai.
3. Articulation merupakan sumbu putaran ketika melakukan lompatan
Gerakan penarikan lembing dimulai pada saat kaki kiri mendarat, bahu kiri menghadap ke arah lemparan, lengan kiri ditahan di depan untuk menjaga keseimbangan. Sedangkan lengan yang melempar diluruskan ke belakang pada waktu langkan 1 dan 2, dan lengan pelempar ada pada posisi setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan, serta ujung mata lembing dikontrol selalu dekat dengan kepala atau di samping telinga. Dalam hitungan 3, lembing harus benar-benar lurus dan hitungan 4 lakukan silang/dorongan aktif dengan kaki kanan ke depan bukan ke atas menuju arah lemparan, badan condong ke belakang, bahu kiri dan kepala menghadap ke arah lemparan, poros lengan pelempar dan bahu paralel, dan langkah impuls adalah lebih panjang daripada langkah pelepasan/delivery. Hitungan kelima atau langkah kelima mengikuti dengan menempatkan kaki kiri yang diluruskan dan dikuatkan pada tumit masuk ke posisi power (power position).
Dalam posisi power, lengan pelempar dengan lembingnya benar-benar berada di belakang, membentuk garis lurus dengan bahu. Poros lembing dan poros bahu adalah paralel, sedangkan mata memandang ke depan. Pusat massa badan bergerak ke arah lemparan lewat atas kaki kanan dan dikontrol oleh kaki yang diluruskan. Sedangkan kaki kiri memblok separo bagian kiri badan. Dada mendorong ke depan dan menghasilkan ”tegangan seperti tali busur” yang memungkinkan penggunaan sepenuhnya dari kaki , torso, dan lengan pelempar. Tegangan busur meningkat dengan menahan lengan ke belakang. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar di bawah ini:

3. Pelepasan Lembing
Gerakan pelepasan lembing adalah gerakan penting untuk suatu lemparan yang baik, bahwa bahu, lengan atas, dan tangan bergerak berurutan. Mula-mula bahu melempar secara aktif di bawa ke depan dan lengan pelempar diputar, sedangkan siku mendorong ke atas.
Pelepasan lembing itu terjadi di atas kaki kiri. Lembing lepas dari tangan pada sudut lemparan kira-kira 45° dengan suatu gerakan seperti ketapel dari lengan bawah tangan kanan. Kaki kanan meluncur di tanah. Pada waktu lembing lepas terjadi pada suatu garis lurus dapat digambarkan dari pinggang ke tangan pelempar yang hanya sedikit ke luar garis vertikal, sedangkan kepala dan tubuh/torso condong ke kiri pada saat tahap pelepasan lembing. Lengan kiri ditekuk dan memblok selama pelepasan lembing.
Setiap benda yang ada dibumi akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi meski seringan apapun benda tersebut. Inilah yang menjadi penyebab mengapa setiap benda yang bergerak dia akan berhenti karena adanya gaya gravitasi tersebut. Seperti halnya yang terjadi pada lembing, setelah melambung tinggi maka lembing tersebut akan jatuh dan menancap di tanah.
Saat melempar lembing diperlukan keseimbangan untuk mempertahankan posisi tubuh ketika melempar. Tubuh mengupayakan untuk menjaga keseimbangan dengan memusatkannya pada satu kaki tumpuan teori yang tepat yaitu keseimbangan dipengaruhi oleh letak segmen-segmen anggota tubuh.
Ketika hendak melempar lembing melemparkan benda maka moment gaya juga harus kita perbesar sebab semakin besar moment gaya maka gaya yang dihasilkan juga akan semakin besar jadi juga dapat menghasilkan lemparan yang jauh. Semakin besar power kita dalam melempar benda maka akan semakin besar pula kecepatan benda tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar di bawah ini:

4. Pemulihan
Pemulihan terjadi sebelum garis batas dengan suatu pembalikan arah lemparan ke kaki kanan. Lutut ditekuk secara signifikan dan pusat massa badan diturunkan dengan membengkokkan badan bagian atas ke depan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh hasil lemparan yang optimal diperlukan rangkaian gerakan yang benar dan penerapan asas-asas atau prinsip-prinsip dalam biomekanika yang tepat. Sehingga dalam olahraga ini tidak hanya otot yang diandalkan. Keharmonisan gerakan antara tungkai, lengan, dan torso disertai dengan irama dan timing yang tepat merupakan kunci dari keberhasilan melakukan gerakan lempar lembing.
B. Saran
Yang dapat kami sarankan untuk para pembaca adalah bahwa dalam memdalami atau bila kita akan melakukan gerakan lempar lembing selain memperhatikan kesiapan fisik juga harus memperhitungkan prinsip-prinsip biomekanika yang terjadi dalam gerakan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Purnomo, Eddy. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta.
Mahayana, Mukti. (2009). Biomekanika. Dari:
http://moektimaha17.wordpress.com/2009/11/03/biomekanika/
Lempar Lembing. Dari: http://www.moccasport.co.cc/2009/02/lempar-lembing_14.html

Wednesday, December 8, 2010

PERAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN JASMANI

PERAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN JASMANI











Dosen :
SUHADA ,S.PD.
Mata kuliah: filsafat Dasar Penjas & ekreasi
Tahun : 2010
KELOMPOK 9
TOMMIADAM
YUDHA RAMADHAN
SAHRUL FALAH
ERIS

KATA PENGANTAR
Pertama tama mari kita ucpkan puji dan syukur kehadirat allah swt,karena atas rahmatnya kami
Telah diberikan kesehatan sehat walafiat sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata
kuliah pendidikan filsafat pendidikan mengenai peran pemerintah dalam pendidikan jasmani.
Makalah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi pembaca, melalui makalah ini pula di harapkan dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan menumbuhkan jiwa kependidikan jasmani,serta begitu pentingnya peranan pemrintah untuk memajukan pendidikan jasmani.
Harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsih yang berharga dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami hargai dalam rangka penyepurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memenuhi kebuutuhan belajar dan bermanfaat bagi rekan-rekan pendidik sekalian. Amin






Cimahi, 30 November 2010

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………..2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..….….3
BAB 1
I. Pendahuluan……………………………………………………………………………..….…4
A.Latar Belakang…………………………………………………………………………...……4
BAB II
PEMBAHASAN……………………………………………………………..…………………….…7
1.1 PERANAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENIDIKAN JASMANI…...….7
1. Memberi beasiswa bagi siswa yang berprestasi……………………………………..…7
2. Melaksanakan even-even olahraga………………………………………………….….8
3. Memberikan penghargan bagi siswa yang berprestasi………………………………..9
4. Meningkatkan kualitas guru…………………………………………………………...11
1.2 Tujuan pemerintah dalam Pendidikan Jasmani……………………….………………....13
1.3 Fungsi Pendidikan Jasmani…………………………………………………….……….....14
a) Aspek organic…………………………………………………………………………...14
b) Aspek neuromuskuler ……………………………………………………………….....14
c) Aspek spiritual…...………………………………..……………………………………15
d) Aspek kognitif…………………………………………………………………………..15
e) Aspek sosial……………………………………………………………………………..16
f) Aspek emosional…………………………………………………………………….….16
BAB II
Kesimpulan………………………………………………………………………………….…17
Saran ……………………………………………………………………………………….….17
Daftar pustaka………………………………………………………………………………...18

BAB I
I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Keberadaan Dewan Pendidikan merupakan amanah rakyat yang telah tertuang dalam UU Nomor 25 Tahun 2002 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2002-2004. Amanah rakyat tersebut selaras dengan kebijakan otonomi daerah, yang telah memposisikan kepada daerah kabupaten dan kota sebagai pemegang beberapa kewenangan dan tanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan.
Otonomi pendidikan jasmani telah mempersyaratkan bahwa tanggungjawab pendidikan tidak hanya diserahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota, namun secara hakiki menjadi bagian tanggung jawab satuan pendidikan (sekolah), baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Selanjutnya otonomi pendidikan jasmani juga memberikan peluang partisipasi orang tua dan masyarakat sebagai stakeholder pendidikan, kemudian mulai dikenalkan konsep partisipasi pendidikan berbasiskan masyarakat. Sehingga pendidikan jasmani sangat mengunukan sekali bagi suatu Negara karena dengan adanya pendidikan jasmani akan menyehatkan tubuh manusia itu sendiri dengan berolahraga,bukan berarti hanya sehat jasmani akn tetapi akan menumbuhkan atlit-atlit yang dasarnya dari olahraga. Dan bagi atlit-atlit yang berprestasi harus memiliki dukungan dari pemerintah supaya bias berprestasi bagi Negara.
Pendidikan nasional berpedoman kepada setiap nilai-nilai agama yang dianut oleh peserta didik. Pendidikan nasional juga berpedoman terhadap budaya bangsa dari setiap daerah sehingga pendidikan merupakan proses pembudayaan. Pendidikan nasional juga terbuka terhadap pengetahuan baru sehingga pendidikan nasional dapat menyetarakan dan mengungguli pendidikan diluar indonesi.
Pendidikan memegang peranan apenting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu dengan pendidikan dapat diwujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga terpeliharanya kelangsungan pembangunan untuk menuju kejayaan, keluar dari kebodohan dan kemiskinan. Dengan demikian pendidikan mutlakn dilaksanakan, ditumbuhkan dan dikembangkan.
Sehubungan dengan itu cita-cita tersebut pemerintah telah merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II Pasal 3 yang bunyinya :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watask serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Untuk mencapai fungsi dan tujuan pendidikan jasmnai itu salah satu unsur yang tidak dapat ditinggalkan adalah peran serta masyarakat. Bukan saja fungsi dan tujuan pendidikan yang lambat tercapai, mutu pendidikanpun tidak sesuai yang dinginkan, apabila tidak adanya peran serta pemerintah dan masyarakat maka untuk mengembangkan mutu pendidikan jasmani tidak akan berlangsung dengan baik. Peran serta masyarakat menjadi penting karena pendidikan merupan kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat itu sendiri, bahkan dilakukan oleh masyarakat dan dimanfaatkan pula oleh masyarakat. Dapat pula dikatakan bahwa berhasil atau tidaknya pendidikan dapat dipengaruhi oleh masyarakat dan hasil pendidikan akan mempengaruhi masyarakat. Pengaruh masyarakat terhadap pendidikan tidak saja terhadap lembaga pendidikaan saja, tetapi juga terhadap individu perserta didik (Bimo Walgito, 1977:49). Berarti pendidikan jasmani dan masayarakat merupakan suatu pertalian yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan berasal dari masyarakat dan masyarakat berasal dari pendidikan.
Pendidikan atau sekolah mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat karena saling membutuhkan satu sama lain (Made Pidarta, 2007:182). Dengan demikian pendidikan mempunyai kepentingan terhadap masyarakat dan masyarakat mempunyai kepentingan terhadap pendidikan. Selain berkepentingan terhadap hasil pendidikan, masyarakat juga berkepentingan terhadap lembaga pendidikan seperti sekolah yang merupakan tepat untuk mewariskan kebudayaan masyarakat kepada anak (Abu Ahmadi, 2004:186). Selain itu selama ini peran serta masyarakat terutama orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan hanya terbatas pada dukungan dana pemerintah, padahal peran serta mereka sangat penting di dalam proses-proses pendidikan nasiaonal antara lain pengambilan keputusan, pemantauan, evaluasi, dan
akuntabilitas (Wildan Najin Fiddin, 2008:1). Jadi untuk memajukan pendidikan, peran serta pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan

















BAB 11
BAB II
PEMBAHASAN

1.3 PERANAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENIDIKAN JASMANI
Peranan pemerintah dalam memajukan penidikan jasmani,dengan cara pemerintah memberikan penghargan bagi anak-anak bangsa yang berprestasi di bidang akadmik atau non akademik. Sehingga dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di negar-negara lain.

1. Memberi beasiswa bagi oarng yang berprestasi
Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menambah beasiswa bagi siswa SD dan SMP pada 2011. Penambahan beasiswa itu diperuntukkan untuk percepatan menuntaskan program Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengatakan, meski di tingkat SD dan SMP sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemerintah tetap akan memberikan beasiswa tersebut sebagai tambahan biaya sekolah atau pengganti uang jajan bagi masyarakat yang tidak mampu memberikan uang jajan sekolah bagi anaknya.
"Dengan adanya beasiswa dan dana BOS, maka program Wajar diharapkan berhasil dalam waktu dekat," kata Fasli Jalal dalam acara pemberian Rekor Muri kepada Eka Tjipta Foundation di gedung Simas Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Fasli, beasiswa bagi siswa SD tahun depan naik mencapai 2,7 juta orang dari 2,1 juta siswa tahun lalu. Nilai beasiswa yang diberikan sebesar Rp380 ribu per anak per tahun. Sementara tahun lalu beasiswa hanya sebesar Rp360 ribu per anak per tahun.

Besar penerima beasiswa pada jenjang SMP lebih sedikit dibandingkan dengan penerima beasiswa SD, yaitu akan diberikan kepada 1,4 juta siswa. Namun demikian, jumlah tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu sebanyak 950 ribu siswa penerima beasiswa dengan nilai beasiswa Rp550 ribu per anak per tahun.
Untuk jenjang SMA dan SMK nilai beasiswa yang akan diberikan tetap di angka 600.000 anak dengan nilai beasiswa Rp780.000 per anak per tahun. "Kuota dan persyaratan diserahkan kepada sekolah dengan melihat tingkat kemiskinan calon penerima," ujarnya.
2. Melaksanakan even-even olahraga

SEJAK tanggal 9 September 1981, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas). Bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga ini agaknya perlu dilakukan evaluasi terhadap perjalanan panjang kegiatan olahraga di Indonesia.

Kondisi saat ini bisa dikatakan "jalan di tempat". Hal itu tercermin dari miskinnya prestasi internasional yang berhasil diraih oleh para atlet Indonesia. Tingkat pencapaian prestasi olahraga, baik berupa jumlah perolehan medali maupun tingkat partisipasi Indonesia dalam even-even olahraga internasional menunjukkan penurunan. Keterpurukan dan ketertinggalan bangsa Indonesia di bidang olahraga memperoleh tanggapan dan perhatian serius dari pemerintah.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang olahraga, pada bulan September 1981 pemerintah secara khusus mencanangkan program Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat. Seiring dengan ini dua tahun kemudian, tahun 1983 pemerintah membentuk Kantor Menteri Negara Urusan Pemuda dan Olahraga (Kantor Menpora) dan pada tingkat Daerah juga terbentuk Kantor Dinas Pemuda dan Olagraga (Dispora) dengan tugas pokok antara lain melaksanakan dan mengkoordinasikan pembangunan olahraga.
Upaya pemerintah ini sangat penting. Kegiatan olahraga, selain merupakan sarana peningkatan prestasi baik untuk lokal, regional, nasional dan internasional, olahraga bagi masyarakat sangat bermanfaat sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran jasmani dan kesehatan, sekaligus akan menanamkan pola perilaku hidup sehat.
Langkah demikian sesuai konsep dan definisi olahraga yaitu kegiatan seseorang yang dengan sengaja meluangkan waktunya untuk malakukan satu atau lebih kegiatan fisik, dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani secara teratur atau meningkatkan prestasi atau untuk hiburan.
Kegiatan olahraga dapat berupa latihan atau pertandingan atau untuk rekreasi (hiburan). Melaksanakan kegiatan seperti berjalan kaki ke tempat bekerja, mengayuh sepeda ke pasar dan kegiatan lain yang tidak dikhususkan untuk olahraga tidak dikategorikan sebagai melaksanakan olahraga.
Setidaknya ada tiga tantangan pembangunan olahraga sekarang ini dan ke depan. Pertama, tingginya tuntutan publik terhadap prestasi olahraga agar maju sama dengan prestasi negara lain, daerah lain, kelompok/orang lain (kompetensi dan hasil prestasi). Kedua, menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan dan ketiga, desentralisasi pembangunan olahraga.

3. Memberikan penghargan bagi siswa yang berprestasi
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 di Istana Negara, Jakarta, Selasa, menganugerahkan tanda penghargaan kepada empat pelajar berprestasi.

Pada puncak peringatan dimulai pukul 10.00 WIB itu penghargaan Satyalancana Wira Karya diberikan kepada empat siswa pemenang lomba internasional di bidang sains maupun olahraga.

Penerima penghargaan adalah pelajar Sekolah Dasar Islam Al Azhar, Jakarta, Agasha Kareef Ratam, peraih medali emas pada 3rd Wizards Mathematics International Competition (WIZMIC) di Lucknow, India, tanggal 27 Oktober-2 November 2009 dan peraih medali emas dan best exploration pada 6th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) di Yogyakarta pada 8-14 November 2009.

Penghargaan juga diberikan kepada pelajar Madrasah Btidaiyah Negeri 1 Malang, Koyuki Atifa Rahmi, peraih medali emas pada 6th IMSO di Yogyakarta 8-14 November 2009, serta pelajar SD Marsudirini, Bekasi, Azarya Jodi Setyaki, peraih medali emas cabang catur kategori standar beregu putra dan kategori cepat beregu putra pada kejuaraan the 3rd ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) di Jakarta, 3-8 November 2009.

Sedangkan siswa berprestasi yang juga menerima Satyalancana Wira Karya adalah pelajar SMPN 78 Jakarta, Masruri Rahman, peraih medali emas 5th World School Chess Championship Greece, di Yunani, tahun 2009.

Pada puncak peringatan Hardiknas 2010 di Istana Negara yang dihadiri menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu, Presiden juga menyerahkan tanda kehormatan Satyalencana Pendidikan kepada Pembina/Kepala SDN Rarak, Kecamatan Brang Rea, Nusa Tenggara Barat, Mustafa Akhmad, Pembina/pengawas TK/SD UPTD Kecamatan Batudaa Pantai, Gorontalo, Suleman Kiny, dan guru SDN I Porehu, Sulawesi Utara, Ati.

Pada acara tersebut, Menteri Pendidikan Nasional M nuh juga memberikan penghargaan kepada sejolah perintis pendidikan karakter kepada 11 sekolah di seluruh Indonesia, di antaranya adalah TK Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya, SDN Percontohan Padang, SMP Negeri 1 Watansopeeng, Sulawesi Selatan, dan SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Peringatan Hardiknas 2010 bertema "Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa" guna menampung perkembangan dan perubahan aspirasi masyarakat yang sangat dinamis.

Selain dihadiri para penerima penghargaan, peringatan Hardiknas 2010 juga dihadiri siswa dan kepala sekolah peraih nilai terbaik pada Ujian Nasional 2010.

Peringatan tersebut juga menampilkan musik dan penampilan dari anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi titik perhatian khusus Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan misi kesetaraan.

Ditampilkan juga pameran lima prototipe mobil yang dirancang hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Intitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

Usai memberikan sambutan, Presiden Yudhoyono akan meninjau empat prototipe mobil yang rencananya disiapkan mengikuti lomba penggunaan hemat BBM di Malaysia pada Juli 2010

4. Meningkatkan kualitas guru dan pemberian penghargan bagi siswa dan guru yang berprestasi
SALAH satu komponen pendidikan yang sangat penting dalam kerangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan adalah komponen pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).
Mutu pendidik dan tenaga kependidikan perlu terus ditingkatkan agar berdampak positif terhadap peningkatan program pembelajaran, yang pada gilirannya akan berdampak pula terhadap peningkatan kualitas keluaran pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut di atas,Kementerian Pendidikan Nasional secara terencana dan berkesinambungan menyelenggarakan berbagai program peningkatan kualitas PTK. Salah satu kegiatan peningkatan kualitas PTK pemberi penghargaan atas pengabdiannya dalam pendidikan.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh menyatakan, pemberian sebuah penghargaan bukan sekadar memberi penghargaan belaka.”Tetapi kami ingin membangun budaya. Namanya budaya apresiatif. Kami ingin membangun siapa pun yang berprestasi, yang telah menunjukkan dedikasinya, kami berikan penghargaan. Kami berikan apresiasi,” kata Mendiknas. Menurut Mendiknas, jika budaya apresiatif sudah tumbuh dan berkembang, maka masyarakat akan senang untuk berprestasi. ”Tetapi,kalau budaya apresiatif ini tidak tumbuh, maka antara orang berprestasi dan tidak berprestasi sama saja.
Tidak mendapatkan apa-apa,”ucap Mendiknas. Mendiknas berharap dengan adanya budaya apresiatif ini, masyarakat akan bersemangat untuk terus berprestasi.”Tentu bukan sekadar prestasinya,tetapi juga manfaat dari prestasi itulah yang dinantikan, terutama untuk dunia pendidikan. Memang yang paling dibutuhkan itu adalah semangat,semangat, semangat,”ujar Mendiknas.
Acara Pemberian Penghargaan Guru Berprestasi Tingkat Nasional ini diselenggarakan atas kerja sama Bank Mandiri dengan Kementerian Pendidikan Nasional, yang bertemakan ”Pendidikan Membangun Karakter Bangsa yang Mandiri”. Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, acara pemberian penghargaan kepada guru berprestasi tingkat nasional ini merupakan bagian dari cooperate social responsibilityBank Mandiri. Bank negara ini sudah menetapkan pengembangan pendidikan sebagai program strategis. ”Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan bapak ibu semuanya,khususnya kepada bapak ibu guru berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional,”kata Zulkifli.
Guru berada di garis terdepan pendidikan. Tanpa Guru, sistem yang dibangun untuk menciptakan generasi penerus yang tangguh dan mandiri tidak akan berhasil. Atas filosofi itu dan untuk menyambut perayaan 65 tahun kemerdekaan Indonesia, Bank Mandiri melalui program Mandiri Peduli Pendidikan memberikan apresiasi sebesar Rp1,696 miliar kepada guru berprestasi. Zulkifli berharap,dengan dedikasi, kerja keras, dan kerja ikhlas dari para guru akan menjadi role model yang bukan hanya bagi para murid,namun juga seluruh jajaran masyarakat.
”Kami juga sangat menyambut gembira upaya pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas para guru dan pengajar,”katanya. Bank Mandiri pertama kali mengadakan acara pemberian apresiasi kepada para guru pada 2005. Bank ini memberi hadiah tabungan kepada para pendidik/guru yang berprestasi sebesar Rp8 juta. ”Kami menyadari bahwa apresiasi yang akan kami berikan kepada bapak dan ibu guru sekalian nilainya sangatlah kecil dibandingkan dengan jasa yang bapakibu guru sekalian persembahkan kepada bangsa ini melalui pendidikan,” ucapnya. Zulkifli mengemukakan bahwa guru yang andal dan peduli lebih berharga daripada gedung sekolah yang mewah dan modern karena bisa membentuk karakter generasi muda yang merupakan inti dari pendidikan. ”Kami ingin memberikan penekanan bahwa setiap kegiatan sosial yang dilakukan Bank Mandiri merupakan bentuk komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat Indonesia.Jadi,bukan sekadar donasi biasa,”ujar Zulkifli Zaini.
Apresiasi itu diharapkan dapat memacu kreativitas para guru sehingga bisa bermanfaat bagi anak didik dan meningkatkan aktivitas guru dalam menambah khazanah ilmu pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Bagi Bank Mandiri,pendidikan sangat penting untuk kemajuan bangsa. Untuk itu, kepedulian Bank Mandiri tidak saja ditujukan bagi pembangunan atau peningkatan prasarana pendidikan, tapi juga untuk kemajuan generasi muda dan guru. Apresiasi tersebut diberikan kepada 212 guru dari 33 provinsi di Indonesia. Pemerinciannya sebagai berikut, Rp992 juta akan diserahkan kepada 124 guru berprestasi tingkat nasional. Sebanyak Rp240 juta diserahkan kepada 30 guru pendidikan luar biasa (PLB) berdedikasi tingkat nasional, dan Rp464 juta akan diberikan kepada 58 guru daerah khusus atau terpencil berdedikasi tingkat nasional. (hermansah)
1.3. Tujuan pemerintah dalam Pendidikan Jasmani:
a. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani.
b. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama.
c. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran Pendidikan Jasmani.
d. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani.
e. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (Outdoor education)
f. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
g. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
h. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat
i. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.




1.4 Fungsi Pendidikan Jasmani adalah:
a. Aspek organik
1. menjadikan fungsi sistem tubuh menjadi lebih baik sehingga individu dapat memenuhi tuntutan lingkungannya secara memadai serta memiliki landasan untuk pengembangan keterampilan
2. meningkatkan kekuatan yaitu jumlah tenaga maksimum yang dikeluarkan oleh otot atau kelompok otot
3. meningkatkan daya tahan yaitu kemampuan otot atau kelompok otot untuk menahan kerja dalam waktu yang lama
4. meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, kapasitas individu untuk melakukan aktivitas yang berat secara terus menerus dalam waktu relatif lama
5. meningkatkan fleksibelitas, yaitu; rentang gerak dalam persendian yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang efisien dan mengurangi cidera.

b. Aspek neuromuskuler
1. meningkatkan keharmonisan antara fungsi saraf dan otot
2. mengembangkan keterampilan lokomotor, seperti; berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur, melangkah, mendorong, menderap/mencongklang, bergulir, dan menarik
3. mengembangkan keterampilan non-lokomotor, seperti; mengayun, melengok, meliuk, bergoyang, meregang, menekuk, menggantung, membongkok
4. mengembangkan keterampilan dasar manipulatif, seperti; memukul, menendang, menangkap, berhenti, melempar, mengubah arah, memantulkan, bergulir, memvoli
5. mengembangkan faktor-faktor gerak, seperti; ketepatan, irama, rasa gerak, power, waktu reaksi, kelincahan
6. mengembangkan keterampilan olahraga, seperti; sepak bola, soft ball, bola voli, bola basket, baseball, atletik, tennis, beladiri dan lain sebagainya
7. mengembangkan keterampilan rekreasi, seperti, menjelajah, mendaki, berkemah, berenang dan lainnya.
c. Aspek spiritual
1. mengembangkan kemampuan menerima dan membedakan isyarat
2. mengembangkan hubungan-hubungan yang berkaitan dengan tempat atau ruang, yaitu kemampuan mengenali objek yang berada di: depan, belakang, bawah, sebelah kanan atau sebelah kiri dari dirinya
3. mengembangkan koordinasi gerak visual, yaitu; kemampuan mengkoordinasikan pandangan dengan keterampilan gerak yang melibatkan tangan, tubuh, dan atau kaki
4. mengembangkan keseimbangan tubuh (statis, dinamis), yaitu; kemampuan mempertahankan keseimbangan statis dan dinamis
5. mengembangkan dominansi (dominancy), yaitu; konsistensi dalam menggunakan tangan atau kaki kanan/kiri dalam melempar atau menendang
6. mengembangkan lateralitas (laterality), yaitu; kemampuan membedakan antara sisi kanan atau sisi kiri tubuh dan diantara bagian dalam kanan atau kiri tubuhnya sendiri
7. mengembangkan image tubuh (body image), yaitu kesadaran bagian tubuh atau seluruh tubuh dan hubungannya dengan tempat atau ruang.

d. Aspek kognitif
1. mengembangkan kemampuan menggali, menemukan sesuatu, memahami, memperoleh pengetahuan dan membuat keputusan
2. meningkatkan pengetahuan peraturan permainan, keselamatan, dan etika
3. mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi
4. meningkatkan pengetahuan bagaimana fungsi tubuh dan hubungannya dengan aktivitas jasmani
5. menghargai kinerja tubuh; penggunaan pertimbangan yang berhubungan dengan jarak, waktu, tempat, bentuk, kecepatan, dan arah yang digunakan dalam mengimplementasikan aktivitas dan dirinya
6. meningkatkan pemahaman tentang memecahkan problem-problem perkembangan melalui gerakan.

e. Aspek sosial
1. menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan dimana berada
2. mengembangkan kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan dalam situasi kelompok
3. belajar berkomunikasi dengan orang lain
4. mengembangkan kemampuan bertukar pikiran dan mengevaluasi ide dalam kelompok
5. mengembangkan kepribadian, sikap, dan nilai agar dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat
6. mengembangkan rasa memiliki dan rasa diterima di masyarakat
7. mengembangkan sifat-sifat kepribadian yang positif
8. belajar menggunakan waktu luang yang konstruktif
9. mengembangkan sikap yang mencerminkan karakter moral yang baik.
f. Aspek emosional
1. mengembangkan respon yang sehat terhadap aktivitas jasmani
2. mengembangkan reaksi yang positif sebagai penonton
3. melepas ketegangan melalui aktivitas fisik yang tepat
4. memberikan saluran untuk mengekspresikan diri dan kreativitas
5. menghargai pengalaman estetika dari berbagai aktivitas yang relevan.



BAB III
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa peran serta masyarakat dan pemerintah dalam pendidikan adalah aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam bidang pendidikan dengan tujuan untuk memajukan pendidikan dengan cara memberikan bantuan dana, pemikiran, pengawasan, pengevaluasi, perencana, serta pelaksana, pengguna pendidikan dan sebagai sumber belajar. Masyarakat dan pemerintah dapat melakukan partisipasi dalam pendidikan baik melalui jalur organisasi perusahaan, dewan pendidikan, komite sekolah atau apa saja asalkan dalam rangka perbaikan mutu pendidikan..

Saran
Kepada masyarakat agar dapat memberikan sumbangsihnya terhadap dunia pendidikan baik yang tergabung dalam organisasi perusahaan, dewan pendidikan, komite sekolah atau lembaga-lembaga swadaya masyrakat dan sebagainya sehingga percepatan pertumbuhan dan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia akan nampak dan membuahkan hasil yang juga untuk masyarakat itu sendiri.









Daftar pustaka
Sihite, Resbin L. Jurnal Hukum dan HAM Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga.
Ahmadi, Abu. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2004
Fiddin, Wildan Nijin. Artikel Blog. Manajemen Berbasis Sekolah. Sumbawa: 2008
Miarso, Yusufhadi. Menyemai Benih Tekonologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada
Media Grup. 2007.
Pidarta, Made. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.
Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan. Jakarta:2007.
Tim Redaksi Nuansa Aulia. Sentosa Sembiring (Ed.).Himpunan Perundang-Undangan
Republik Indonesia. Bandung: Nuansa Aulia, 2006.
Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2005.
Trimo. Artikel Blog. Peranan Komite Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.
Semarang: 2008.
Walgito, Bimo. Pengantar Psikologi Umum.Yogyakarta: Andi Offset, 1977.

Friday, September 10, 2010

hari kemenangan

minal adin walpa idin mohon maaf lahir batin bagi sahabat ku di dunia maya. selamt merayakan hari raya idul fitri 1431 H

Monday, August 30, 2010

Koleksi Kata Bijak

Kata-Kata Bijak Hari Ini.
Orang yang berhasil akan mendapatkan keuntungan dari
kesalahan dia, dan akan
mencoba kembali untuk melakukan dalam
cara yang berbeda.
(Dale Carnegie)

Kata-Kata Bijak Hari Ini.
Hati yang penuh syukur bukan hanya kebajikan
yang terbesar, tetapi juga orangtua
semua lain kebajikan.
(Cicero)

Kata-Kata Bijak Hari Ini.
Semua yang dimulai dengan marah, akan
berakhir karena malu
(Benjamin Franklin)

Kata-Kata Bijak Hari Ini.
Apa yang tampak sebagai amal, sering sebenarnya tidak lain
daripada ambisi terselubung, yang mengabaikan kepentingankepentingan
kecil untuk mengejar kepentingan yang lebih besar.
(La Roucefoucauld)

Kata-Kata Bijak Hari Ini.
Tiga sifat manusia yang merusak, kikir yang dikandung,
nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi
Diri yang berlebihan.
(Nabi Muhammad)

Kata-Kata Bijak Hari Ini.
Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu,
dan dari hari ke hari, dengan kata lain, kita
pahlawan dari cerita kita sendiri.
(Mary McCarthy)

Kata-Kata Bijak Hari Ini.
Kerendahan hati mengarah pada kekuatan bukan
kelemahan.Mengakui kesalahan dan melakukan
perubahan kesalahan adalah suatu bentuk
Penghormatan tertinggi dalam
sendiri.
(McCloy John)

Tuesday, September 15, 2009

Edson Arantes do Nascimento, yang oleh dunia dikenal secara luas dengan nama "Pelé", dilahirkan pada tanggal 23 Oktober 1940 di sebuah desa kecil di Brazil yaitu Três Coracoes yang termasuk dalam wilayah negara bagian Minas Gerais. Ia telah dibaptis di Igreja da Sagrada Familia de Jesus, Maria de José. Ayahnya, João Ramos do Nascimento atau biasa Disebut Dondinho, adalah juga pemain profesional yang cukup dikenal di dunia sepakbola. Pada jamannya ia Dikenang Sebagai salah satu pemain terbaik untuk bola-bola atas. Ia bermain Sebagai penyerang tengah untuk klub Fluminense sampai akhirnya ia disergap cidera yang mengakibatkan tak bisa lagi berpartisipasi di dunia sepakbola divisi satu. Karena itu ibunya, Celeste, banteng-alih tanggung jawab untuk membesarkan Pelé dan suadara-saudaranya dengan penuh cinta kasih. Ketika masih kanak-kanak, Pelé sekeluarga boyongan ke Bauru, bagian tengah São Paulo, dimana ia belajar dari para Mahaguru seni sepakbola. Pada suatu hari Pelé Mengakui Merasa Bahwa ia mempunyai 3 ikatan batin yang sama eratnya dengan Tres Coracoes tempat ia dilahirkan, Bauru tempat ia menimba ilmu dan Santos, klub yang membawa namanya bersinar.
Karir Pelé
Pelé Mengais uang pertama kali Sebagai penyemir sepatu. Namun, cita-citanya Sebagai pemain sepakbola tidak pernah sirna.
Ia meniti karir di sepakbola semenjak usia dini. Semula ia bergabung di Beberapa tim amatir seperti Baquinho dan Sete Setembro. Menginjak usia 11 tahun, yaitu Ketika ia bergabung dengan tim Ameriquinha yang tidak ada pelatihnya, ia ditemukan oleh mantan pemain tim nasional Brasil untuk Piala Dunia yang bernama Waldemar de Brito. Menangkap ia bakat yang luar biasa dari Pelé dan Memberikan Tawaran untuk bergabung dengan tim yang diasuhnya, yaitu Clube Atlético Bauru?. Menginjak usia 15 pada tahun 1956, de Brito memboyong Pelé ke kota São Paulo dan dicoba bermain untuk klub profesional, Santos Futebol Clube (SFC). Hari itu, de Brito berkata kepada Direktur klub Bahwa "anak ini kelak akan menjadi pemain sepakbola terbesar di dunia."
Kiprah Pelé dimulai pada tanggal 7 September 1956 Ketika ia menggantikan posisi penyerang tengah Del Vecchio. Secara mengejutkan ia Menjebol gawang lawan dengan 6 gol dari 7 gol yang disarangkan timnya dengan posisi akhir 7-1 untuk kemenangan Santos. Pelé mengawali gol emasnya pada menit ke 36 yang bekerjasama dengan 2 penyerang pendukungnya Raimundinho dan Tite. Pelé menerima umpan di daerah kotak Penalti dan meskipun ditempel ketat oleh pemain belakang lawan, ia mampu menceploskan si kulit bundar di antara kedua kaki Penjaga gawang Zaluar. Zaluar belakangan dikenal secara luas Sebagai korban pertama dari KEGANASAN kaki emas Pelé. Perjalanan Pelé dari pertandingan tersebut hingga Mencapai puncak kejayaannya dilalui dengan sangat cepat. Dalam pertandingan liga yang pertama kali bersama Santos, ia langsung menggebrak dengan 4 gol. Pada musim kompetisi berikutnya, ia berhasil menempatkan diri sebagai Pencetak gol terbanyak di kompetisi liga negara bagian São Paulo dengan 32 gol.
Mimpi buruk bagi Korintus
Selama 10 tahun Membela bendera Pelé Santos, klub Korintus do Parque de São Jorge tidak pernah mampu mengalahkan Santos. Hasil-hasil pertemuan kedua tim tersebut adalah sebagai berikut:
14 September 1958: 1-0, 1 gol Pelé
7 Desember 1958: 6-1, 4 gol Pelé
30 April 1959: 3-2, 1 gol Pelé
26 Agustus 1959: 3-2, 1 gol Pelé
27 Desember 1959: 4-1, 2 gol Pelé
31 Juli 1960: 1-1, 1 gol Pelé
30 Nopember 1960: 6-1, 1 gol Pelé
3 Desember 1960: 1-1, 0 gol Pelé
23 September 1962: 5-2, 1 gol Pelé
3 Nopember 1962: 2-1, 1 gol Pelé
3 Maret 1963: 2-0, 2 gol Pelé
21 September 1963: 3-1, 3 gol Pelé
14 Desember 1963: 2-2, tidak main
18 Maret 1964: 3-0, 1 gol Pelé
30 September 1964: 1-1, 1 gol Pelé
6 Desember 1964: 7-4, 4 gol Pelé
15 April 1965: 4-4, 4 gol Pelé
29 Agustus 1965: 4-3, 2 gol Pelé
14 Nopember 1965: 4-2, 2 gol Pelé
8 Oktober 1966: 3-0, 0 gol Pelé
17 Desember 1966: 1-1, tidak main
13 Mei 1967: 1-1, 1 gol Pelé
10 September 1967: 2-1, tidak main
10 Desember 1967: 2-1, 1 gol Pelé
Pertama kali Corinthians berhasil menaklukkan Santos setelah periode tersebut adalah pada tanggal 6 Maret 1968 dengan skor 2-0.
Tidak lama berselang setelah Pelé Mengikuti musim kompetisi pertama bersama SFC, Sylvio Pirilo, pelatih tim nasional Brazil pada waktu itu, Memasukkan Pelé kedalam pasukannya. Ketika berumur 16 tahun pada tanggal 7 Juli 1957, Pelé Memperkuat tim nasional Brazil melawan Argentina serta berhasil mencetak satu-satunya gol dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina. Datang menjelang Piala Dunia tahun 1958, dan dunia terperangah dengan kehadiran si Mutiara Hitam ini. Akselerasinya yang mengagumkan serta Tembakan yang keras dan terarah benar-benar Membangkitkan decak kagum bagi Siapapun. Ia cukup dengan melenggang ke lapangan hijau, dan seketika itu gemuruh penonton meledak tiada hentinya mengelu-elukan dirinya. Julukan si Raja diberikan terhadap Pelé oleh pers Prancis Tahun 1961 pada tahun semenjak ia Memperkuat SFC di Beberapa pertandingan di Eropa.
Pelé dan Piala Dunia
Pelé turut ambil bagian dalam 4 kali Piala Dunia: Swedia tahun 1958, Chili tahun 1962, Inggris tahun 1966 dan Meksiko tahun 1970. Ia berhasil membukukan 12 gol dalam 14 kali pertandingan Piala Dunia.
Swedia 1958
Pertama kali Pelé ambil bagian dalam Piala Dunia ini adalah pada pertandingan ketiga, Ketika berhadapan dengan Soviet. Ia diterjunkan atas saran dari para official tim kepada Vicente Feola untuk menurunkan Pelé dan Garrincha setelah mereka memenangi dua pertandingan terdahulu melawan Austria dengan 3-0 dan seri 0-0 melawan Inggris. Pada pertandingan pertama tersebut Pelé belum berhasil menjaringkan gol, tetapi tim Brazil berhasil menekuk Soviet dengan skor 2-0 yang dihasilkan oleh VAVA. Di pertandingan berikutnya Pelé membukukan gol satu-satunya bagi tim Brazil. Ketika Brazil berhasil mempecundangi Prancis Tahun di semi final dengan skor mencolok 5-2, Pelé Melakukan hat trick dengan 3 gol Sedangkan VAVA dan Didi masing-masing 1 gol. Di partai final berhadapan dengan Swedia, Pelé menjaringkan 2 gol (, demikian pula VAVA 2 gol dan Zagalo 1 gol untuk hasil akhir 5-2.
Chili 1962
Dalam partai pertama yang Dimainkan tim Brasil melawan Meksiko, Pelé mencetak satu gol dan Brazil memenangi pertandingan tersebut. Sayangnya, kendati kejuaraan ini termasuk milik Pelé, tetapi ia terpaksa diistirahatkan lebih awal Sebagai ujung Tombak. Memasuki menit kesepuluh Ketika berhadapan dengan Cekoslowakia, otot kakinya tertarik dan ia harus ditarik keluar dari pertandingan ini dan partai-partai berikutnya. Piala yang diraih Brazil Kemudian mejadi milik Mané Garrincha, sementara posisi Pelé digantikan oleh Amarildo.
Inggris 1966
Sejak semula, segala sesuatunya terasa serba salah bagi tim Brazil untuk Menghadapi kejuaraan ini. Bagaimanapun, 43 pemain akhirnya direkrut untuk Memperkuat pasukan Brazil. Ketika Namun tim bertolak ke Eropa, dua pemain terbaik mereka yaitu Penjaga gawang Valdir dan penyerang Servilio dikeluarkan dari tim. Di pertandingan pertama, Brazil mengalahkan Bulgaria dengan 2-0 hasil dari kaki Pelé 1 gol dan satunya oleh Garrincha. Kemudian Brazil kalah 3-1 melawan Hungaria dan di pertandingan berikutnya melawan Portugis, Pelé terpaksa harus ditarik keluar lapangan karena dua kali cidera oleh pemain-pemain Portugis yang bermain sangat kasar. Pergantian itu dilakukan Sebagai peringatan terhadap tim lawan.
Meksiko 1970
Ini adalah kejuaraan yang menganugerahkan Piala Tetap Jules Rimet bagi Brazil. Di pertandingan pertama, Brazil menjungkalkan Cekoslowakia 4-1 melalui 2 gol dari Jairzinho, masing-masing 1 gol oleh Pelé dan Rivelino. Korban berikutnya menyusul Inggris yang ditekuk 1-0 melalui gol Jairzinho. Kemudian Brazil memenangi 3-2 atas Rumania melalui 2 gol dari Pelé dan satu gol dari Jairzinho. Kemengangan berikutnya diraih atas Peru dengan skor 4-2. Brasil Melaju ke puncak setelah dalam babak semi final mempecundangi Uruguay dengan skor 3-1. Di partai Final Brazil melibas tim Itali dengan skor telak 4-1 melalui gol-gol dari Pelé (lihat videonya disini), Gerson, Jairzinho, dan Carlos Alberto. Dalam kejuaraan ini, Pelé juga membukukan 3 kali kesempatan emas terbaik dalam sejarah, Sehingga membuahkan Julukan Penyelamatan terbaik bagi Penjaga gawang Inggris, Banks, Balinese sejarah Piala Dunia Penyelenggaraan Ketika ia menggagalkan sundulan kepala dari Pelé.
Tiga musim kompetisi bersama New York Cosmos
Oleh Pelé dan diambil dari Peles Homepage.
"Ini semua berawal pada tahun 1971 Ketika saya masih Memperkuat Santos FC bertandang ke Kongston, Jamaika dan saya menerima kunjungan Clive Toye, general manager dari sebuah tim yang baru dibentuk dengan nama Cosmos, Phill Woosman yang belakangan menjadi anggota NASL dan Kurt Lamm, Sekjen Federasi Sepabola Amerika Serikat (US Soccer Federation). Mereka ingin tahu apakah saya mau bermain di Amerika untuk tim Cosmos apabila saya sudah gantung sepatu dari Santos. Ketika Prof Mazzei menerjamahkan maksud mereka, saya bilang: 'Proffessor, katakan Bahwa mereka kurang waras! Saya tidak akan bermain untuk tim manapun setelah pensiun dari Santos! '. Tiga tahun Kemudian, setelah terakhir kalinya saya Membela Santos, Clive Toye menelpon saya dari New York dan mengatakan Bahwa Cosmos ingin bicara dengan saya tentang Kemungkinan mengontrak saya. Enam bulan berselang sejak pertemuan diadakan serta berbagai pesan, telgram dan telpon ditujukan kepada saya, akhirnya saya Memutuskan untuk menerima Tawaran Warner Communications, pemilik klub New York Cosmos, untuk berkecimpung lagi di dunia profesional selama tiga musim kompetisi.
Kenangan tentang Pelé yang tak terlupakan
Pelé adalah orang yang dapat menggerakkan massa. Di akhir tahun enampuluhan, Ketika ia bersama timnya Santos bertandang ke Nigeria untuk memainkan Beberapa partandingan persahabatan, perang sipil yang sedang berkobar di negara itu seketika terhenti selama kunjungannya. Ketika ia menjejakkan kaki di Amerika Serikat untuk berbagung dengan New York Cosmos, ia menyedot ribuan penggemar ke stadion hanya karena ingin menyaksikan dirinya. Pelé adalah sebuah idola bagi jutaan orang sampai saat ini. Disebut-Sebut namanya di seluruh penjuru dunia dengan berbagai pujian.
Banyak nama-nama atribut Memberikan reputasi tentang Pelé, diantaranya sebagai berikut:
"Bagaimana anda mengeja Pelé? H-E-B-A-T."
The Sunday Times, koran London.
"Seandainya Pelé tidak dilahirkan Sebagai seorang laki-laki, maka ia akan terlahir Sebagai sebuah bola."
Armando Nogueira, jurnalis Brazil.
"Melahirkan 1,000 gol seperti yang Pelé jaringkan tidaklah sesulit melahirkan seorang Pelé."
Carlos Drummond de Andrade, penyair Brazil.
"Setelah Kelima gol terjadi, saya ingin memberi hormat kepadanya."
Sigge Parling, pemain belakang Swedia yang menempel Pelé Balinese pertandingan final Piala Dunia 1958.
"Saya kira: ia toch terbuat dari kulit dan tulang seperti saya. Ternyata saya salah."
Tarciso Burnigch, pemain belakang Italia yang menempel Pelé selama partai final Piala Dunia 1970.
"Wow, man, anda terkenal."
Robert Redford, setelah ia menyaksikan Pelé Memberikan lusinan foto dirinya di New York Sedangkan ia tidak diminta satu lembarpun.
"Pelé tidak akan punah."
Edson Arantes do Nascimento - Pelé.
Di tahun 1993, Pelé diangkat Sebagai anggota Dewan Kehormatan Sepak Bola Amerika Serikat. Setelah Pelé bermain di sebuah stadion di Lima, Ibukota Peru, di dinding stadion terpampang papan bertuliskan "Pelé pernah bermain disini." Suatu kali ia Bahkan menghetikan perang sipil (lihat di atas) di Nigeria: 48 jam gencatan senjata ditandatangani dengan Biafra kedua belah PIHAK Sehingga dapat menyaksikan pertandaingan eksebisi yang Dimainkan oleh Pelé. Ketika ia pamit dari tim nasional pada tanggal 18 Juli 1971, 200,000 orang tumpah ruah di Monumen Maracanã, dan ia menghadiahkan kaos bernomor punggungnya yang Bersejarah yaitu nomor 10 kepada seorang anak berusia 10 tahun.
Pelé adalah satu-satunya orang yang berhasil memboyong 3 kali Piala Dunia Sebagai pemain (1958, 1962 dan 170) dan mencetak 1,281 (atau 1284) gol di 1,363 pertandingan profesional yang barangkali Ini merupakan rekor Balinese masa di dunia sepakbola. Ini adalah rata-rata masa Balinese gol dengan 0,93 gol tiap pertandingan. Pada tahun 1959 ia mengukuhkan diri sebagai Pencetak gol terbanyak di liga São Paulo dengan 126 gol dalam satu musim kompetisi. Pada tanggal 21 Nopember 1964, ia mencetak 8 gol dalam satu pertandingan melawan Botafogo dari Rio de Janeiro. Tanggal 19 Nopember 1969 Ketika ia mencetak golnya ke-1,000 yang sangat terkenal dari titik Penalti di menit ke 34 melawan Vasco da Gama, ia mendedikasikan gol tersebut kepada para anak-anak miskin dan orang-orang Jompo yang menderita di Brazil. Pelé juga turut ambil bagian dalam apa yang dikenal dengan "Usia Emas" dari Libertadores Cup dari 1960 sampai1963 dimana Peñarol, kesebelasan dari Uruguay, menjadi langganan Bertemu Santos di babak final. Peñarol Memenangkan pertandingan pada 1960 dan 1961 Sedangkan Santos merebut gelar juara berturut-turut pada 2 tahun berikutnya.
Pelé Memberikan inspirasi atas PERANAN Sebagai pengatur irama permainan tipe pemain tengah. Ia selamanya Memimpin pemain-pemain hebat lainnya seperti brazil VAVA, Didi, Garrincha, dan masih banyak lagi. Banyak yang Memberikan penilaian Bahwa Pelé tetap akan menjadi pemain terbaik seandainya dia ditempatkan pada posisi manapun. Bahkan Pelé pernah Suatu kali bersikukuh kepada manajer Santos untuk bermain Sebagai Penjaga gawang. Pada tanggal 19 Januari 1964 ia menggantikan posisi Gilmar, Penjaga gawang Santos yang dikeluarkan oleh Wasit, dalam babak semi final Piala Brazil. Selama lima menit, setelah Menciptakan 3 gol, Pelé Menggunakan nomor punggung 1 dan Melakukan dua kali Penyelamatan yang spektakuler Mengamankan Sehingga jalan bagi Santos untuk menuju babak final.
Perpisahan dengan Santos
Pelé bermain untuk terakhir kalinya selama 21 menit bersama Santos Futebol Clube Dalam Suatu pertandingan pada tanggal 3 Oktober 1974, mulai jam 21:08. Santos Memenangkan pertandingan melawan Ponte Preta tersebut dengan skor 2-0 melalui gol Cláudio Adão dan gol bunuh diri dari Geraldo. Tetapi pertandingan sempat terhenti bagi para penggemar Ketika:
"Aos 21 minutos de jogo, quando Pelé, inesperadamente, pegou a bola com sebagai MAOS, ajoelhou-se no meio melakukan gramado e ergueu os braços, a torcida que estava em não Vila Belmiro pôde negar-se a um momento de surpresa. Mas , foi apenas um momento. Logo, ela compreendeu que o Pelé estava determinando final de sua Carreira Maior de jogador de futebol de todos os tempo. "
[Di menit ke 21, Ketika Pelé secara tak terduga Menangkap bola dengan kedua belah tangannya, kemudian berlutut di tengah lapangan dan Mengangkat kedua tangannya, menyebabkan gemuruh di stadion Vila Belmiro seketika menjadi tercengang menyaksikan adegan tersebut. Tetapi hanya berlangsung sejenak. Penonton segera menyadari Bahwa Pelé telah Memutuskan untuk mengakhiri karirnya Sebagai pemain sepakbola terbaik Balinese masa.]
Itu adalah akhir dari karir Pelé Kostum Membela bergaris kebanggaan Santos. Setelah itu sang kaisar Pelé diboyong oleh New York Cosmos dengan tujuan mempopulerkan olahraga sepakbola di tanah Paman Sam. Dan satu hal yang dapat dilakukan oleh Pelé dengan sempurna, adalah mempopulerkan segala keinginannya dengan kebesarannya, kecerdasannya, dan ketokohannya yang mendunia.

kenapa pemain sepak bola bisa kaya

Tahukah Anda, dengan menjadi pemain sepakbola profesional, Anda dapat menjadi kaya raya? Hal tersebut memang sudah terbukti
dengan telah diinformasikannya Pencapaian Tertinggi bayaran pemain sepakbola dunia,
Dari mana saja pendapatan pemain sepakbola tersebut Sehingga menjadi kaya?
Tentu pemain sepakbola tersebut pengaruh sangat besar bagi klub. Dengan pendapatan klub dari tiket, hak Siar dan produk-produk komersial lainnya, maka semakin bagus dan menarik pemain sepakbola tersebut, maka semakin banyak penonton yang menyaksikan pertandingan, semakin banyak hak Siar yang dapat dijual, dan semakin banyak perusahaan-perusahaan sponsor untuk produknya menawarkan diiklankan dalam setiap pertandingan. Maka otomatis akan semakin tinggi bayaran pemain sepakbola tersebut.
Menurut Deloitte Survei 2006/2007, Liga Inggris ternyata berhasil Memberikan pemasukan terbesar yaitu sebesar Rp 28,2 triliun (2006/2007). Di tempat kedua Bundesliga adalah sebesar Rp 16,9 triliun, kemudian Liga Spanyol sebesar Rp 16,9 triliun, Serie A Italia sebesar Rp 15 triliun, dan Liga Prancis Tahun sebesa Rp 13 triliun.
Jika dilihat dari bayaran pemain peringkat dunia profesional yaitu:
1. David Beckham £ 24.7m ($ 49.4m)
2. Ronaldinho £ 19.2m ($ 38.4m)
3. Lionel Messi £ 18.3m ($ 36.6m)
Sungguh bayaran yang sangat tinggi, karena memang pemain sepakbola tersebut telah membawa pengaruh besar bagi masyarakat dunia. Kalau pemain tersebut masuk ke klub yang membayarnya Suat pendapatan klub tersebut pasti akan semakin meningkat tinggi, dngan banjirnya penonton, banjirnya hak Siar, banjirnya sponsor. Itu yang sangat diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut.
Anda mau kaya raya? Jadilah pemain sepakbola profesional yan Berprestasi.