There was an error in this gadget

Wednesday, December 8, 2010

PERAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN JASMANI

PERAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN JASMANI











Dosen :
SUHADA ,S.PD.
Mata kuliah: filsafat Dasar Penjas & ekreasi
Tahun : 2010
KELOMPOK 9
TOMMIADAM
YUDHA RAMADHAN
SAHRUL FALAH
ERIS

KATA PENGANTAR
Pertama tama mari kita ucpkan puji dan syukur kehadirat allah swt,karena atas rahmatnya kami
Telah diberikan kesehatan sehat walafiat sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata
kuliah pendidikan filsafat pendidikan mengenai peran pemerintah dalam pendidikan jasmani.
Makalah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi pembaca, melalui makalah ini pula di harapkan dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan menumbuhkan jiwa kependidikan jasmani,serta begitu pentingnya peranan pemrintah untuk memajukan pendidikan jasmani.
Harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsih yang berharga dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami hargai dalam rangka penyepurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memenuhi kebuutuhan belajar dan bermanfaat bagi rekan-rekan pendidik sekalian. Amin






Cimahi, 30 November 2010

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………..2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..….….3
BAB 1
I. Pendahuluan……………………………………………………………………………..….…4
A.Latar Belakang…………………………………………………………………………...……4
BAB II
PEMBAHASAN……………………………………………………………..…………………….…7
1.1 PERANAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENIDIKAN JASMANI…...….7
1. Memberi beasiswa bagi siswa yang berprestasi……………………………………..…7
2. Melaksanakan even-even olahraga………………………………………………….….8
3. Memberikan penghargan bagi siswa yang berprestasi………………………………..9
4. Meningkatkan kualitas guru…………………………………………………………...11
1.2 Tujuan pemerintah dalam Pendidikan Jasmani……………………….………………....13
1.3 Fungsi Pendidikan Jasmani…………………………………………………….……….....14
a) Aspek organic…………………………………………………………………………...14
b) Aspek neuromuskuler ……………………………………………………………….....14
c) Aspek spiritual…...………………………………..……………………………………15
d) Aspek kognitif…………………………………………………………………………..15
e) Aspek sosial……………………………………………………………………………..16
f) Aspek emosional…………………………………………………………………….….16
BAB II
Kesimpulan………………………………………………………………………………….…17
Saran ……………………………………………………………………………………….….17
Daftar pustaka………………………………………………………………………………...18

BAB I
I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Keberadaan Dewan Pendidikan merupakan amanah rakyat yang telah tertuang dalam UU Nomor 25 Tahun 2002 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2002-2004. Amanah rakyat tersebut selaras dengan kebijakan otonomi daerah, yang telah memposisikan kepada daerah kabupaten dan kota sebagai pemegang beberapa kewenangan dan tanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan.
Otonomi pendidikan jasmani telah mempersyaratkan bahwa tanggungjawab pendidikan tidak hanya diserahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota, namun secara hakiki menjadi bagian tanggung jawab satuan pendidikan (sekolah), baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Selanjutnya otonomi pendidikan jasmani juga memberikan peluang partisipasi orang tua dan masyarakat sebagai stakeholder pendidikan, kemudian mulai dikenalkan konsep partisipasi pendidikan berbasiskan masyarakat. Sehingga pendidikan jasmani sangat mengunukan sekali bagi suatu Negara karena dengan adanya pendidikan jasmani akan menyehatkan tubuh manusia itu sendiri dengan berolahraga,bukan berarti hanya sehat jasmani akn tetapi akan menumbuhkan atlit-atlit yang dasarnya dari olahraga. Dan bagi atlit-atlit yang berprestasi harus memiliki dukungan dari pemerintah supaya bias berprestasi bagi Negara.
Pendidikan nasional berpedoman kepada setiap nilai-nilai agama yang dianut oleh peserta didik. Pendidikan nasional juga berpedoman terhadap budaya bangsa dari setiap daerah sehingga pendidikan merupakan proses pembudayaan. Pendidikan nasional juga terbuka terhadap pengetahuan baru sehingga pendidikan nasional dapat menyetarakan dan mengungguli pendidikan diluar indonesi.
Pendidikan memegang peranan apenting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu dengan pendidikan dapat diwujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga terpeliharanya kelangsungan pembangunan untuk menuju kejayaan, keluar dari kebodohan dan kemiskinan. Dengan demikian pendidikan mutlakn dilaksanakan, ditumbuhkan dan dikembangkan.
Sehubungan dengan itu cita-cita tersebut pemerintah telah merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II Pasal 3 yang bunyinya :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watask serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Untuk mencapai fungsi dan tujuan pendidikan jasmnai itu salah satu unsur yang tidak dapat ditinggalkan adalah peran serta masyarakat. Bukan saja fungsi dan tujuan pendidikan yang lambat tercapai, mutu pendidikanpun tidak sesuai yang dinginkan, apabila tidak adanya peran serta pemerintah dan masyarakat maka untuk mengembangkan mutu pendidikan jasmani tidak akan berlangsung dengan baik. Peran serta masyarakat menjadi penting karena pendidikan merupan kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat itu sendiri, bahkan dilakukan oleh masyarakat dan dimanfaatkan pula oleh masyarakat. Dapat pula dikatakan bahwa berhasil atau tidaknya pendidikan dapat dipengaruhi oleh masyarakat dan hasil pendidikan akan mempengaruhi masyarakat. Pengaruh masyarakat terhadap pendidikan tidak saja terhadap lembaga pendidikaan saja, tetapi juga terhadap individu perserta didik (Bimo Walgito, 1977:49). Berarti pendidikan jasmani dan masayarakat merupakan suatu pertalian yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan berasal dari masyarakat dan masyarakat berasal dari pendidikan.
Pendidikan atau sekolah mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat karena saling membutuhkan satu sama lain (Made Pidarta, 2007:182). Dengan demikian pendidikan mempunyai kepentingan terhadap masyarakat dan masyarakat mempunyai kepentingan terhadap pendidikan. Selain berkepentingan terhadap hasil pendidikan, masyarakat juga berkepentingan terhadap lembaga pendidikan seperti sekolah yang merupakan tepat untuk mewariskan kebudayaan masyarakat kepada anak (Abu Ahmadi, 2004:186). Selain itu selama ini peran serta masyarakat terutama orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan hanya terbatas pada dukungan dana pemerintah, padahal peran serta mereka sangat penting di dalam proses-proses pendidikan nasiaonal antara lain pengambilan keputusan, pemantauan, evaluasi, dan
akuntabilitas (Wildan Najin Fiddin, 2008:1). Jadi untuk memajukan pendidikan, peran serta pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan

















BAB 11
BAB II
PEMBAHASAN

1.3 PERANAN PEMERINTAH DALAM MEMAJUKAN PENIDIKAN JASMANI
Peranan pemerintah dalam memajukan penidikan jasmani,dengan cara pemerintah memberikan penghargan bagi anak-anak bangsa yang berprestasi di bidang akadmik atau non akademik. Sehingga dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di negar-negara lain.

1. Memberi beasiswa bagi oarng yang berprestasi
Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menambah beasiswa bagi siswa SD dan SMP pada 2011. Penambahan beasiswa itu diperuntukkan untuk percepatan menuntaskan program Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengatakan, meski di tingkat SD dan SMP sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemerintah tetap akan memberikan beasiswa tersebut sebagai tambahan biaya sekolah atau pengganti uang jajan bagi masyarakat yang tidak mampu memberikan uang jajan sekolah bagi anaknya.
"Dengan adanya beasiswa dan dana BOS, maka program Wajar diharapkan berhasil dalam waktu dekat," kata Fasli Jalal dalam acara pemberian Rekor Muri kepada Eka Tjipta Foundation di gedung Simas Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Fasli, beasiswa bagi siswa SD tahun depan naik mencapai 2,7 juta orang dari 2,1 juta siswa tahun lalu. Nilai beasiswa yang diberikan sebesar Rp380 ribu per anak per tahun. Sementara tahun lalu beasiswa hanya sebesar Rp360 ribu per anak per tahun.

Besar penerima beasiswa pada jenjang SMP lebih sedikit dibandingkan dengan penerima beasiswa SD, yaitu akan diberikan kepada 1,4 juta siswa. Namun demikian, jumlah tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu sebanyak 950 ribu siswa penerima beasiswa dengan nilai beasiswa Rp550 ribu per anak per tahun.
Untuk jenjang SMA dan SMK nilai beasiswa yang akan diberikan tetap di angka 600.000 anak dengan nilai beasiswa Rp780.000 per anak per tahun. "Kuota dan persyaratan diserahkan kepada sekolah dengan melihat tingkat kemiskinan calon penerima," ujarnya.
2. Melaksanakan even-even olahraga

SEJAK tanggal 9 September 1981, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas). Bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga ini agaknya perlu dilakukan evaluasi terhadap perjalanan panjang kegiatan olahraga di Indonesia.

Kondisi saat ini bisa dikatakan "jalan di tempat". Hal itu tercermin dari miskinnya prestasi internasional yang berhasil diraih oleh para atlet Indonesia. Tingkat pencapaian prestasi olahraga, baik berupa jumlah perolehan medali maupun tingkat partisipasi Indonesia dalam even-even olahraga internasional menunjukkan penurunan. Keterpurukan dan ketertinggalan bangsa Indonesia di bidang olahraga memperoleh tanggapan dan perhatian serius dari pemerintah.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang olahraga, pada bulan September 1981 pemerintah secara khusus mencanangkan program Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat. Seiring dengan ini dua tahun kemudian, tahun 1983 pemerintah membentuk Kantor Menteri Negara Urusan Pemuda dan Olahraga (Kantor Menpora) dan pada tingkat Daerah juga terbentuk Kantor Dinas Pemuda dan Olagraga (Dispora) dengan tugas pokok antara lain melaksanakan dan mengkoordinasikan pembangunan olahraga.
Upaya pemerintah ini sangat penting. Kegiatan olahraga, selain merupakan sarana peningkatan prestasi baik untuk lokal, regional, nasional dan internasional, olahraga bagi masyarakat sangat bermanfaat sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran jasmani dan kesehatan, sekaligus akan menanamkan pola perilaku hidup sehat.
Langkah demikian sesuai konsep dan definisi olahraga yaitu kegiatan seseorang yang dengan sengaja meluangkan waktunya untuk malakukan satu atau lebih kegiatan fisik, dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani secara teratur atau meningkatkan prestasi atau untuk hiburan.
Kegiatan olahraga dapat berupa latihan atau pertandingan atau untuk rekreasi (hiburan). Melaksanakan kegiatan seperti berjalan kaki ke tempat bekerja, mengayuh sepeda ke pasar dan kegiatan lain yang tidak dikhususkan untuk olahraga tidak dikategorikan sebagai melaksanakan olahraga.
Setidaknya ada tiga tantangan pembangunan olahraga sekarang ini dan ke depan. Pertama, tingginya tuntutan publik terhadap prestasi olahraga agar maju sama dengan prestasi negara lain, daerah lain, kelompok/orang lain (kompetensi dan hasil prestasi). Kedua, menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan dan ketiga, desentralisasi pembangunan olahraga.

3. Memberikan penghargan bagi siswa yang berprestasi
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 di Istana Negara, Jakarta, Selasa, menganugerahkan tanda penghargaan kepada empat pelajar berprestasi.

Pada puncak peringatan dimulai pukul 10.00 WIB itu penghargaan Satyalancana Wira Karya diberikan kepada empat siswa pemenang lomba internasional di bidang sains maupun olahraga.

Penerima penghargaan adalah pelajar Sekolah Dasar Islam Al Azhar, Jakarta, Agasha Kareef Ratam, peraih medali emas pada 3rd Wizards Mathematics International Competition (WIZMIC) di Lucknow, India, tanggal 27 Oktober-2 November 2009 dan peraih medali emas dan best exploration pada 6th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) di Yogyakarta pada 8-14 November 2009.

Penghargaan juga diberikan kepada pelajar Madrasah Btidaiyah Negeri 1 Malang, Koyuki Atifa Rahmi, peraih medali emas pada 6th IMSO di Yogyakarta 8-14 November 2009, serta pelajar SD Marsudirini, Bekasi, Azarya Jodi Setyaki, peraih medali emas cabang catur kategori standar beregu putra dan kategori cepat beregu putra pada kejuaraan the 3rd ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) di Jakarta, 3-8 November 2009.

Sedangkan siswa berprestasi yang juga menerima Satyalancana Wira Karya adalah pelajar SMPN 78 Jakarta, Masruri Rahman, peraih medali emas 5th World School Chess Championship Greece, di Yunani, tahun 2009.

Pada puncak peringatan Hardiknas 2010 di Istana Negara yang dihadiri menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu, Presiden juga menyerahkan tanda kehormatan Satyalencana Pendidikan kepada Pembina/Kepala SDN Rarak, Kecamatan Brang Rea, Nusa Tenggara Barat, Mustafa Akhmad, Pembina/pengawas TK/SD UPTD Kecamatan Batudaa Pantai, Gorontalo, Suleman Kiny, dan guru SDN I Porehu, Sulawesi Utara, Ati.

Pada acara tersebut, Menteri Pendidikan Nasional M nuh juga memberikan penghargaan kepada sejolah perintis pendidikan karakter kepada 11 sekolah di seluruh Indonesia, di antaranya adalah TK Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya, SDN Percontohan Padang, SMP Negeri 1 Watansopeeng, Sulawesi Selatan, dan SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Peringatan Hardiknas 2010 bertema "Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa" guna menampung perkembangan dan perubahan aspirasi masyarakat yang sangat dinamis.

Selain dihadiri para penerima penghargaan, peringatan Hardiknas 2010 juga dihadiri siswa dan kepala sekolah peraih nilai terbaik pada Ujian Nasional 2010.

Peringatan tersebut juga menampilkan musik dan penampilan dari anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi titik perhatian khusus Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan misi kesetaraan.

Ditampilkan juga pameran lima prototipe mobil yang dirancang hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Intitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

Usai memberikan sambutan, Presiden Yudhoyono akan meninjau empat prototipe mobil yang rencananya disiapkan mengikuti lomba penggunaan hemat BBM di Malaysia pada Juli 2010

4. Meningkatkan kualitas guru dan pemberian penghargan bagi siswa dan guru yang berprestasi
SALAH satu komponen pendidikan yang sangat penting dalam kerangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan adalah komponen pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).
Mutu pendidik dan tenaga kependidikan perlu terus ditingkatkan agar berdampak positif terhadap peningkatan program pembelajaran, yang pada gilirannya akan berdampak pula terhadap peningkatan kualitas keluaran pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut di atas,Kementerian Pendidikan Nasional secara terencana dan berkesinambungan menyelenggarakan berbagai program peningkatan kualitas PTK. Salah satu kegiatan peningkatan kualitas PTK pemberi penghargaan atas pengabdiannya dalam pendidikan.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh menyatakan, pemberian sebuah penghargaan bukan sekadar memberi penghargaan belaka.”Tetapi kami ingin membangun budaya. Namanya budaya apresiatif. Kami ingin membangun siapa pun yang berprestasi, yang telah menunjukkan dedikasinya, kami berikan penghargaan. Kami berikan apresiasi,” kata Mendiknas. Menurut Mendiknas, jika budaya apresiatif sudah tumbuh dan berkembang, maka masyarakat akan senang untuk berprestasi. ”Tetapi,kalau budaya apresiatif ini tidak tumbuh, maka antara orang berprestasi dan tidak berprestasi sama saja.
Tidak mendapatkan apa-apa,”ucap Mendiknas. Mendiknas berharap dengan adanya budaya apresiatif ini, masyarakat akan bersemangat untuk terus berprestasi.”Tentu bukan sekadar prestasinya,tetapi juga manfaat dari prestasi itulah yang dinantikan, terutama untuk dunia pendidikan. Memang yang paling dibutuhkan itu adalah semangat,semangat, semangat,”ujar Mendiknas.
Acara Pemberian Penghargaan Guru Berprestasi Tingkat Nasional ini diselenggarakan atas kerja sama Bank Mandiri dengan Kementerian Pendidikan Nasional, yang bertemakan ”Pendidikan Membangun Karakter Bangsa yang Mandiri”. Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, acara pemberian penghargaan kepada guru berprestasi tingkat nasional ini merupakan bagian dari cooperate social responsibilityBank Mandiri. Bank negara ini sudah menetapkan pengembangan pendidikan sebagai program strategis. ”Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan bapak ibu semuanya,khususnya kepada bapak ibu guru berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional,”kata Zulkifli.
Guru berada di garis terdepan pendidikan. Tanpa Guru, sistem yang dibangun untuk menciptakan generasi penerus yang tangguh dan mandiri tidak akan berhasil. Atas filosofi itu dan untuk menyambut perayaan 65 tahun kemerdekaan Indonesia, Bank Mandiri melalui program Mandiri Peduli Pendidikan memberikan apresiasi sebesar Rp1,696 miliar kepada guru berprestasi. Zulkifli berharap,dengan dedikasi, kerja keras, dan kerja ikhlas dari para guru akan menjadi role model yang bukan hanya bagi para murid,namun juga seluruh jajaran masyarakat.
”Kami juga sangat menyambut gembira upaya pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas para guru dan pengajar,”katanya. Bank Mandiri pertama kali mengadakan acara pemberian apresiasi kepada para guru pada 2005. Bank ini memberi hadiah tabungan kepada para pendidik/guru yang berprestasi sebesar Rp8 juta. ”Kami menyadari bahwa apresiasi yang akan kami berikan kepada bapak dan ibu guru sekalian nilainya sangatlah kecil dibandingkan dengan jasa yang bapakibu guru sekalian persembahkan kepada bangsa ini melalui pendidikan,” ucapnya. Zulkifli mengemukakan bahwa guru yang andal dan peduli lebih berharga daripada gedung sekolah yang mewah dan modern karena bisa membentuk karakter generasi muda yang merupakan inti dari pendidikan. ”Kami ingin memberikan penekanan bahwa setiap kegiatan sosial yang dilakukan Bank Mandiri merupakan bentuk komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat Indonesia.Jadi,bukan sekadar donasi biasa,”ujar Zulkifli Zaini.
Apresiasi itu diharapkan dapat memacu kreativitas para guru sehingga bisa bermanfaat bagi anak didik dan meningkatkan aktivitas guru dalam menambah khazanah ilmu pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Bagi Bank Mandiri,pendidikan sangat penting untuk kemajuan bangsa. Untuk itu, kepedulian Bank Mandiri tidak saja ditujukan bagi pembangunan atau peningkatan prasarana pendidikan, tapi juga untuk kemajuan generasi muda dan guru. Apresiasi tersebut diberikan kepada 212 guru dari 33 provinsi di Indonesia. Pemerinciannya sebagai berikut, Rp992 juta akan diserahkan kepada 124 guru berprestasi tingkat nasional. Sebanyak Rp240 juta diserahkan kepada 30 guru pendidikan luar biasa (PLB) berdedikasi tingkat nasional, dan Rp464 juta akan diberikan kepada 58 guru daerah khusus atau terpencil berdedikasi tingkat nasional. (hermansah)
1.3. Tujuan pemerintah dalam Pendidikan Jasmani:
a. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani.
b. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama.
c. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran Pendidikan Jasmani.
d. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani.
e. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (Outdoor education)
f. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
g. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
h. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat
i. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.




1.4 Fungsi Pendidikan Jasmani adalah:
a. Aspek organik
1. menjadikan fungsi sistem tubuh menjadi lebih baik sehingga individu dapat memenuhi tuntutan lingkungannya secara memadai serta memiliki landasan untuk pengembangan keterampilan
2. meningkatkan kekuatan yaitu jumlah tenaga maksimum yang dikeluarkan oleh otot atau kelompok otot
3. meningkatkan daya tahan yaitu kemampuan otot atau kelompok otot untuk menahan kerja dalam waktu yang lama
4. meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, kapasitas individu untuk melakukan aktivitas yang berat secara terus menerus dalam waktu relatif lama
5. meningkatkan fleksibelitas, yaitu; rentang gerak dalam persendian yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang efisien dan mengurangi cidera.

b. Aspek neuromuskuler
1. meningkatkan keharmonisan antara fungsi saraf dan otot
2. mengembangkan keterampilan lokomotor, seperti; berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur, melangkah, mendorong, menderap/mencongklang, bergulir, dan menarik
3. mengembangkan keterampilan non-lokomotor, seperti; mengayun, melengok, meliuk, bergoyang, meregang, menekuk, menggantung, membongkok
4. mengembangkan keterampilan dasar manipulatif, seperti; memukul, menendang, menangkap, berhenti, melempar, mengubah arah, memantulkan, bergulir, memvoli
5. mengembangkan faktor-faktor gerak, seperti; ketepatan, irama, rasa gerak, power, waktu reaksi, kelincahan
6. mengembangkan keterampilan olahraga, seperti; sepak bola, soft ball, bola voli, bola basket, baseball, atletik, tennis, beladiri dan lain sebagainya
7. mengembangkan keterampilan rekreasi, seperti, menjelajah, mendaki, berkemah, berenang dan lainnya.
c. Aspek spiritual
1. mengembangkan kemampuan menerima dan membedakan isyarat
2. mengembangkan hubungan-hubungan yang berkaitan dengan tempat atau ruang, yaitu kemampuan mengenali objek yang berada di: depan, belakang, bawah, sebelah kanan atau sebelah kiri dari dirinya
3. mengembangkan koordinasi gerak visual, yaitu; kemampuan mengkoordinasikan pandangan dengan keterampilan gerak yang melibatkan tangan, tubuh, dan atau kaki
4. mengembangkan keseimbangan tubuh (statis, dinamis), yaitu; kemampuan mempertahankan keseimbangan statis dan dinamis
5. mengembangkan dominansi (dominancy), yaitu; konsistensi dalam menggunakan tangan atau kaki kanan/kiri dalam melempar atau menendang
6. mengembangkan lateralitas (laterality), yaitu; kemampuan membedakan antara sisi kanan atau sisi kiri tubuh dan diantara bagian dalam kanan atau kiri tubuhnya sendiri
7. mengembangkan image tubuh (body image), yaitu kesadaran bagian tubuh atau seluruh tubuh dan hubungannya dengan tempat atau ruang.

d. Aspek kognitif
1. mengembangkan kemampuan menggali, menemukan sesuatu, memahami, memperoleh pengetahuan dan membuat keputusan
2. meningkatkan pengetahuan peraturan permainan, keselamatan, dan etika
3. mengembangkan kemampuan penggunaan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi
4. meningkatkan pengetahuan bagaimana fungsi tubuh dan hubungannya dengan aktivitas jasmani
5. menghargai kinerja tubuh; penggunaan pertimbangan yang berhubungan dengan jarak, waktu, tempat, bentuk, kecepatan, dan arah yang digunakan dalam mengimplementasikan aktivitas dan dirinya
6. meningkatkan pemahaman tentang memecahkan problem-problem perkembangan melalui gerakan.

e. Aspek sosial
1. menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan dimana berada
2. mengembangkan kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan dalam situasi kelompok
3. belajar berkomunikasi dengan orang lain
4. mengembangkan kemampuan bertukar pikiran dan mengevaluasi ide dalam kelompok
5. mengembangkan kepribadian, sikap, dan nilai agar dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat
6. mengembangkan rasa memiliki dan rasa diterima di masyarakat
7. mengembangkan sifat-sifat kepribadian yang positif
8. belajar menggunakan waktu luang yang konstruktif
9. mengembangkan sikap yang mencerminkan karakter moral yang baik.
f. Aspek emosional
1. mengembangkan respon yang sehat terhadap aktivitas jasmani
2. mengembangkan reaksi yang positif sebagai penonton
3. melepas ketegangan melalui aktivitas fisik yang tepat
4. memberikan saluran untuk mengekspresikan diri dan kreativitas
5. menghargai pengalaman estetika dari berbagai aktivitas yang relevan.



BAB III
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa peran serta masyarakat dan pemerintah dalam pendidikan adalah aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam bidang pendidikan dengan tujuan untuk memajukan pendidikan dengan cara memberikan bantuan dana, pemikiran, pengawasan, pengevaluasi, perencana, serta pelaksana, pengguna pendidikan dan sebagai sumber belajar. Masyarakat dan pemerintah dapat melakukan partisipasi dalam pendidikan baik melalui jalur organisasi perusahaan, dewan pendidikan, komite sekolah atau apa saja asalkan dalam rangka perbaikan mutu pendidikan..

Saran
Kepada masyarakat agar dapat memberikan sumbangsihnya terhadap dunia pendidikan baik yang tergabung dalam organisasi perusahaan, dewan pendidikan, komite sekolah atau lembaga-lembaga swadaya masyrakat dan sebagainya sehingga percepatan pertumbuhan dan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia akan nampak dan membuahkan hasil yang juga untuk masyarakat itu sendiri.









Daftar pustaka
Sihite, Resbin L. Jurnal Hukum dan HAM Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga.
Ahmadi, Abu. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2004
Fiddin, Wildan Nijin. Artikel Blog. Manajemen Berbasis Sekolah. Sumbawa: 2008
Miarso, Yusufhadi. Menyemai Benih Tekonologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada
Media Grup. 2007.
Pidarta, Made. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.
Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan. Jakarta:2007.
Tim Redaksi Nuansa Aulia. Sentosa Sembiring (Ed.).Himpunan Perundang-Undangan
Republik Indonesia. Bandung: Nuansa Aulia, 2006.
Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2005.
Trimo. Artikel Blog. Peranan Komite Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.
Semarang: 2008.
Walgito, Bimo. Pengantar Psikologi Umum.Yogyakarta: Andi Offset, 1977.

No comments:

Post a Comment